Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Manusia Adalah Alam

Gambar
Beberapa waktu belakangan ini saya melakukan diskusi kecil-kecilan dengan Kakak Sepupu saya, sambil makan-makan santai dan gibahin problem kehidupan. Kami membicarakan banyak hal terutama mengenai bagaimana sebenarnya manusia dengan alam ini seharusnya berdampingan dalam apa yang disebut sebagai suatu ekosistem. Sampai tiba pada satu titik dimana muncul pertanyaan dipikiran saya tentang apakah sebenarnya yang merusak keseimbangan alam ini manusia atau sebenarnya alam itu sendiri ? Apakah sebenarnya manusia yang butuh alam atau alam yang justru membutuhkan manusia ? Kami mencoba memisahkan terlebih dahulu antara dua subyek ini, dimana manusia dengan alam itu sendiri kami ilustrasikan memiliki identitas yang berdiri sendiri yang berada dalam satu lingkaran utuh. Kakak saya pun menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan singkat tetang hal tersebut dengan mengutip   pembahasan dalam salah satu buku yang berjudul Marx’s Ecology: Materialism and Nature yang ditulis oleh John Bella...

BENAR YANG SALAH, SALAH YANG BENAR

Gambar
  Benar dan salah itu merupakan persepsi yang disepakati bersama dalam suatu masyarakat menyangkut mengenai nilai-nilai. Secara sederhana nya sesuatu dianggap benar bilamana sesuai dengan apa yang seharusnya ada, terjadi atau dilakukan, dan bernilai tidak benar adalah kebalikan dari hal tersebut. Namun sebenarnya mungkin ada kekeliruan-kekeliruan yang terjadi mengenai pemahaman-pemahaman kita berkaitan dengan pikiran tentang kapan sesuatu itu menjadi benar dan kapan sesuatu itu kemudian menjadi salah. Suatu ketika saya sedang berdialog dengan teman saya. Ia kemudian menyatakan suatu pertanyaan menarik yang mencuri perhatian saya, dan seperti biasa nya pikiran konyol kembali traveling mencari jawaban. Pertanyaan nya sederhana sekali “Apa ia, sesuatu yang benar itu mutlak benar dan salah ya mutlak salah ? ” Saya pun terdiam cukup lama untuk kemudian memberanikan diri menjawab pertanyaan tersebut. Sekiranya saat itu ada empat kasus konkret yang melintas dipikiran. Saya teringat cer...

"Berketuhanan Yang Adil Dan Beradab, Kemanusian Yang Maha Esa"

Gambar
Mungkin ada yang bertanya-tanya tentang maksud dari pemilihan judul tersebut? Sekedar untuk meluruskannya. Jadi memang judul tersebut saya pilih sebagai bentuk keluh kesah saya pribadi, sekalian kritik terhadap konsep pemahaman kebanyakan warga Negara Indonesia terkait dengan Pancasila. Seperti hal nya   sila Pertama yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang dimaknai dengan berbagai macam sudut pandang. Sepanjang hidup saya ketika saya sudah mampu berpikir dengan jernih, konsep Berketuhanan di Indonesia bahkan seluruh dunia ini menjadi persoalan yang terus saja menghantui pikiran saya setiap hari nya, sehingga menjadi perhatian khusus yang betul-betul meresahkan, mengigat dalam realita ada nya perbedaan-perbedaan yang memicu konflik sampai pada tindakan anarkis. Banyak hal yang saya sendiri sudah lalui untuk kemudian berani menuangkan pikiran-pikiran saya dalam bentuk tulisan. Melaui dialog dengan orang-orang yang pernah saya temui dan bahkan dengan mencari buku-buku yang fokus nya...